Just a Story

your life is just a sketch by pencil in your heart and your mind.

Tampilkan postingan dengan label Sebuah Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sebuah Kisah. Tampilkan semua postingan

Menunda Senang


Senang. Kesenangan. Menyenangkan.
Semua hal itu terasa… Harus kutunda…
Kenapa aku harus menunda semuanya?
Bahkan untuk berpikir sesuatu yang menyenangkan saja, harus ku tunda.

Tepat sehari setelah salah satu sahabatku menerima tanda kelulusan dari Rektor. Aku hampir mati dibayangi ketakutanku sendiri. Dua hari menuju bulan kemenangan, namun belum ada kata “menang” dari dalam diriku. Aku hampir menyerah. Aku hampir mengalah. Pada apa?

Seseorang pernah berkata, “tunda bersenang-senang, lalu gapai suksesmu segera”. Atau pepeath mengatakan, “berakit-rakit kehulu, berenang ketepian”. Semuanya menjelaskan tentang betapa perlunya kita ‘terlihat menyiksa’, lalu kita akan dapatkan hasilnya. Dan semuanya sulit untuk dilakukan. Dengan aku yang senang untuk bersenang-senang.
Sedikit mengesalkan untuk melakukan semua yang menyiksa itu. Dan sebagai manusia dengan bintang Aquarius, aku jatuh dalam kebimbangan. Aku diam dan tidak melakuka apa=apa. Stuck. Jika kalin pernah merasakan terkunci tanpa sengaja di dalam kamar mandi. Itulah aku saat ini. Terkunci sendiri, pengap, lembab, hanya terdengar gemericik keluh kesah dan aliran dari rasa bersalah.
Aku tak tahu dimana tingkat kesenangan yang aku dapatkan, hingga hasil tak kudapatkan saat ini. Belum lebih tepatnya. Aku menunda senangku. Tidurku tak lagi nyenyak. Diamku tak lagi sunyi. Makanku tak lagi kenyang. Tak lagi.

Tapi semua memamng hampir berjalan seperti bayangku, tapi bukan hal yang menyenangkan. Karena aku menunda kesenangan. Aku harus menundanya.


Sembari melangkah dan berfikir

Hari ini, ada hati yang kecewa. Ketika rindu berujung temu, namun hanya ada sapa tanpa makna. Bicara sembari berlalu, mengajak canda namun tak menatap. Hilang bersama langkah yang tak sejajar.
Seharusnya aku mengenalmu. Atau tak seharusnya. Kecewa.
Aku tak bisa menatapmu lebih lama. Aku tak sanggup di dekatmu lebih lama. Entah kenapa.
Aku bisa apa, jika kau hanya melihatku dibelakangmu. Aku bisa apa, jika rasa yang kusimpan tak bisa kuungkap.
Aku senang kau bisa memilih siapa dengan siaoa kau bahagia. Aku cukup memastikan jika kau tak bahagia dengannya, aku disini terus berusaha untuk kau bahagia. Walau tak denganku.



Silahkan mendua

Silahkan untukmu, untuk mendua. Tak ada salahnya kau mencari rasa yg pada diriku tak ada. Tak ada salahnya pun jika dia tau jadi yang kedua.

Mengapa kau ingin mendua?
Jika semua rasa dan cinta aku punya
Jika semuanya yg kau mau ada
Jika semua kasih dan sayang kita bisa

Silakan mendua
Dengan izinku kau boleh pergi dengannya
Dengan restu ku kau boleh berbagi tawa
Asal kau bahagia, aku juga

Jangan mendua
Jika kau hanya menyakitinya
Jika kau masih punya rasa setia
Jika kau memang ingin kita selamanya

Kau boleh mendua
Kau ku izinkan mendua
Ku restui kau mendua
Silahkan kau mendua

*Sebuah cerita seorang teman yg sudah menikah, dan mengijinkan pasangannya untuk mendua. Hanya dengan syarat: 'aku harus tau, dan kau boleh lakukan apapun yg kamu mau.' Membuat saya mengerti bahwa keterbukaan sangat penting dalam menjalin hubungan. Thank Dhi and Rhi. Kalian hebat.



Tak bicara

Tak bicara. Atau hanya tak mampu. Aku bersembunyi dibalik kata. Banyak terpikirkan saat tak besama. Saat bertatap ada senyum yang menghentikan waktu.

Sesak di dada. Tenggelam. Tersedak air keraguan akan sebuah jawaban. Bukan itu. Aku lebih takut bicaraku tak sampaikan segala. Tak ungkapkan isi kepala. Tapi kata juga terlalu bermakna. Yang justru membuatnya jadi rancu. Aku dalam usaha. Aku dalam juang menyampaikan sesuatu. Tak ada 
maksud tertentu. Hanya ingin kau tahu.

Diantara kita yang tak saling bicara. Kau tahan waktu bersama rindu.

Aku tak bicara. Tapi jelas berkata. Aku menulisnya. Mendekatlah. Tapi jangan kau cari sempurnanya manusia. Aku akan sampaikan sebuah cerita dimana waktu bersama sementara dan pernah. Dingin dan hujan bekukan kita. Dalam tawa dan canda. Tapi sekarang bicara aku tak bisa.


Laki-laki dengan tattoo bertuliskan nama perempuan lain.


Hai, laki-laki. Iya, kamu. Dengan tattoo di lengan sebelah kanan. Tanganmu tak terlalu kecilkah untuk kau hiasi. Tak apa. Itu indah. Sesuatu dengan warna hitam itu sebuah kesederhanaan. Namun aku tak mampu dengan jelas melihat bentuknya. Laki-laki dengan tattoo di lengannya. Berkaus abu-abu dan bercelana jeans. Menatap dalam dengan matanya yang tak besar. Melangkah seirama dengan waktu. Mendekat perlahan kearahku.

Hai, laki-laki. Kamu, siapa lagi?
Bukan apa-apa kamu tersenyum. Hanya saja sapa itu terlalu berarti. Sedikit mengangguk dengan senyum yang semakin sumringah. Apa kita pernah bertemu? Tak ada yang bisa menjawab, termasuk aku. Kamu seperti sudah ada dalam hari-hariku. Namun, mengapa aku tak mampu menyapanya? Tak mampu berlari kearahnya lalu memeluknya seperti dulu. Aku menghindari tangis dan cemburu yang ada jika aku lakukan itu.

Sayang kejadian itu hanya terhitung detik. Terlalu menikmati waktu aku di dalamnya. Tanpa sadar kamu sudah menggenggam tangan perempuan lain. Menatapnya. Tersenyum lebih lebar lagi. Dengan perempuan itu kau terlihat lebih bahagia. Bahkan kamu terlalu bahagia untuk terus ku pandangi. Apalagi ‘Cicile’ dengan font italic melekat di tanganmu. Aku turut tersenyum. Bahkan kamu menuruti segala ingin perempuan itu. Jelas aku mengerti. Semudah itu kamu memberikan yang perempuan itu tunjuk: sebuah balon berbentuk sponge bob.


Kau ayah yang luar biasa.

Jakarta, 250115
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*ini buat temen yang udah lama kenal. dan ini pertama kalinya kita jalan(cfd-an) bareng lagi, dan anaknya yg lucu banget itu. dan gak nyangka aja kalau seorang Adhi itu udah punya anak dengan jiwa bapak-bapak yg keren banget. kadang pengen manggil lu babon di depan anak lu.  hahahahaha*


Dituntut Bertarung



Entah sejak kapan. Entah saja. Tak tahu. Kadang masih banyak nafas yang tersengal saat ingin ku hela. Berat di pikir berat dijalani. Hanya saja ini sudah berjalan sebegitunya. Apa banyak manusia besar merasakan hal serupa. Hal yang kadang merasa ingin tidak apa-apa saja. Bukan menyerah. Setidaknya kalah itu tak dirasa. Entah sejak kapan. Kadang memang aku yang menantang untuk bertarung. Kadang aku juga yang mengindari ring tersebut. Sepertinya aku berjalan sudah jauh. Hingga lelah rasa di langkah. Namun yang kudapat apa. Tidak pernah sebesar semangat yang awalnya membara. Sekarang tidak. Tidak saja. Sepertinya aku naik sudah tinggi. Hingga tipisnya atmosfer semangatnya ini kurasa. Lelah. Tak ada yang ku capai. Tak ada yang ku dapat. Bukan menyerah. Hanya saja lelah. Lelah saja.

Mungkin terlalu tinggi ekspektasi terhadap keberhasilan dari segala korelasi perilaku dan tekat. Namun usaha itu tak ada ujungnya. Tapi jika sudah lelah siapa yang mau disalahkan. Bukan menyerah. Hanya saja lelah. Kadang emosi saja mengingat segala rapi menyusun rencana. Habiskan waktu hanya untuk kecewa. Bukan menyerah. Hanya saja tidak melakukan apa-apa justru yang tidak sia-sia. Persetan dengan segala expectation. Hancur sudah. Bukan kalah. Hanya saja tidak kalah akan lebih baik. Kesal. Lebih banyak kesal. Hanya saja ada titik yang sudah kupandangi dari jauh. Setiap mendekat titik itu berlari menjauh.

“Tidak begini seharusnya”. Itu menurut pikiranku. Namun ketika kita bicara kenyataan maka bukan tentang pikiran atau omongan. Namun tentang segala yang kelihatan. Yasudah kesal hanya menyksa diri. Hampir menyerah. Tapi tidak ingin menyerah. Hanya saja hati ini tinggal setengah. Kaki ini tinggal sebelah. Semangat ini tidak seutuhnya. Kembali bukan jawaban sepertinya. Maju-pun tak semudah kelihatannya. Hanya mampu mengikuti alurnya. Ini jelas bukan pilihan. Ini tuntutan. Walau tak mungkin. Walau kecewa. Walau tak sesuai. Aku akan menghentikannya sementara. Rehat dari segala prasangka. Tingga dunia paham dan mau berpihak untukku.







Dari tempat yang disebut rumah. Dari hati yang entah kemana. Dari diri yang jelas kalah.


Waiting you. Hahaha

Boy : kau sudah makan?
Girl : hmm *sambil menggelengkan kepala*
Boy : kau tidak lapar?
Girl : hmm *sambil menggelangkan kepala*
Boy : tidak bisakan kau taruh rokokmu sebentar dan perhatikan aku? Apa kau kenyang hanya dengan merokok dan tersenyum?
Girl : *mematikan rokoknya, lalu menatap lelaki itu* aku akan melakukan apa yg kau inginkan, termasuk mematikan rokok. Apapun. Dan aku cukup kenyang dengan menatapmu saat tersenyum. *sambil tersenyum lebar*
Hmmm, tunggu. Apa kau terganggu jika aku merokok? Jika iya, aku akan menghentikannya.
Boy : *tersenyum sambil memegang tangan wanita itu* aku tidak terganggu sekarang, setidaknya kau mau kurangi itu untuk kesehatanmu dan kita bisa bersama lebih lama. *sambil mengambil bungkus rokok diatas meja*
Girl: *tersenyum* hahahaha Saat wanita itu berkedip, hanya bisa melihat sebungkus rokok di meja tanpa tangan yg memegangnya.
Girl : this a live. But dont stop dreaming. Actualy about boy that you want. Do what you want to do. Gotcha. Hahahahaha
The end
Kennarayan
*sorry if this your story. But i still your best friend right?? Hahahahahahaa


Its Holiday. Yeaayy!!!!


 Karena ini hari libur, kalian akan temukan tugasku di meja.
Sayangnya hanya ada di tumpukan paling dasar kesenangan ku.
Selamat liburan untukku, walaupun masih banyak tugas menanti di luar tugas kampus.
Happy Holiday juga buat @PKhUNS2012.




EHsolo Champ Doodle

Waaah. Sudah terlambat buat share doodlenya nih.
Tapi gak apa-apa, ada yang lebih penting. Tentang apa yang saya dapat di champ kemarin.
Hujan turun sepanjang hari di tawangmangu tak membuat otak beku untuk berputar dan mencari cara dalam menyelamatkan bumi ini.
Saya dapat pesannya: "Bahwa sekecil usaha apapun yang kalian lakukan bisa selamatkan bumi ini". Contohnya bawa tumbler sendiri dan mengurangi sampah/ limbah pelastik dari botol minum kemasan.
Salam Lestari :)




Doodling Earth Hour



Gambar dari kemarin, baru diselesaiin hari ini. Jangan lupa ya buat hemat energi. Minimal, matikan peralatan elektronik yang tidak digunakan. Atau sekali-kali coba untuk doodling dari pada online untuk mengisi waktu luang kamu.
Karena masa depan bumi ini, kita yang tentukan. cobalah untuk lebih ramah dengan alam. Karena kita hidup bersama dengan alam bukan?? 

@EHSolo
@EHindonesia



#mesakkebangsakuSolo #smartreview



Hujan deras datang tiba-tiba setelah ku selesaikan rakaat terakhir ku. Bahkan petir menyambar-nyambar. *alaaaah

Tapi serius, setelah solo di landa kemarau panjang bahkan panas menyengat di minggu kemarin. Tapi gue gak berharap hujan turun malam ini. Terserah kalau badai akan datang besok atau krispatih mau konser di solo. Tapi please jangan hujan malam ini.
Tiket yang gue dapet dengan pengorbanan itu gak mau gue sia-siain. Walaupun gue harus di jutekin sama mas-mas yang nemuin gue  yang ngasih tiket, gue tetep ikhlas demi #mesakkebangsakuSolo. Gue cari tiket dengan stalking twitter @standupSolo dan gue satronin nomer yang ada di bio-nya. Dan lu mau tau kelanjutannya?? *horror backsound*
Ada yang bales sms gue!!!!! *zoom 5x* dan dia panggil gue mas?? Mas!!!
Gue gak ngerti kenapa cowok yang gue deteksi dari suaranya ini panggi gue mas? Apa karena suara gue yang serak-serak seksi-nya vin diesel?? Atau cowok itu berharap gue cowok???
Yaudahlah, lupain masalah mas-mas. lanjut deh...

Tadi sampe mana??? Ih iyaa. Hujan!!!!
Dan solo masih hujan.
Dan @rararatria mulai uring-uringan di sms, seakan gue bias stop hujan. Tapi yasyudahlah. Karena gue orangnya pendiam, baik hati dan tidak sombong, gue Cuma bias pasang tweet. -_-
Dan sungguh sangat menggembirakan, gue menemukan benda paling “ajaib” yang pernah ada: Jas Ujan. Benda itu lebih mirip plastic dengan kapucong. Bahkan benda itu tanpa pita, tile, atau renda yang biasa ada di baju-baju girlband Indonesia. Tapi okelas, seenggaknya gue bias pake Jas di tengah hujanmenuju perjalanan ketemu @rararatria. Yaaaah, ternyata gue harus jemput dia. Yasyudahla.

Gue dan @rararatria lanjut ke teater arena di TBS denga vespa dan “benda ajaib”.
Gue telat!!!!

Gue sampe di TKP jam 7 lebih banyak. Tapi gue masih sempet liat opener pertama si @IndraaNarendra baru duduk setengah menit, perut gue udah di buat bergejolak. Kampretnya lagi si @IndraaNarendra punya badan yang bikin gue tersinggung. Emang teater arena dan stage yang boleh banget atau emang dasar badannya si @IndraaNarendra yang bikin semua yang nonton bisa liat tingkah lakunya yang koplak abiss. 

Lanjut deh ke opener ke dua @LiantLin. Koko ganteng yang ngaku masih jomblo ini gak kalah koplak! Apalagi dia pake jas item yang bikn kontras sama mukanya. Sialan emang, emang sialan! Bahkan ketika koko @LiantLin photo di sebelah gue, dia keliatan lebih putih dari gue!! Sialan emang. emang sialan! Kalo masalah ketawa juga gak kalah broh. Apalagi kalo udah masalah ke-Cina-annya wah, itu paling koplak. Ngakak lah pokokya.

Nah, tapi gak ketinggalan nih. Ada host paling kece sedunia-nya sendiri. Tapi gak papa. Seenggaknya dia jadi host acara @pandji. Hehehe. Gayanya yang nyatai dan ringan juga gak kalah bikin kita terus tersenyum dan tertawa. Apalagi kalo udah bawa-bawa smartfren andromax dari @smartfrenworld. Wah, gayanya mendadak mengganda. Tapi tampangnya yang begitu bikin gak pantes megang smartfren. Gue sih curiganya, pas openernya lagi stand up, dia pasti belajar dengan susah payah buat megang andromax. Tapi berhasil broh. Keren lah.

Nah! Yang ditunggu-tunggu @pandji pastinya. Tapi ada yang gue khawatirin. Setelah 3 orang sebelumnya udah bikin gue ketawa, gimana @pandji? Dia mau bikin kotak ketawa gue rusak??
Seperti biasa coy, saat malam tiba kopi menemani siapapun. Begitu juga pandji. Kaos merah dan blazer putih melengkapi penampilannya. Setiap acara stand up, selalu ada korban pelecehan. Dan di Solo pun terjadi. Seorang pria meragukan jadi korbannya. Tapi emang gak ada yang bikin gue bosen sama stand upnya. Gue udah pernah nonton pandji sebelumnya. Emang keren bangeeeet lu bang. Ganja lah (*baca: nagih). Keren banget pokoknya. Nyampe akhir gak berhenti ketawa dan gak bikin gue berhenti mikir. Tema #mesakkebangsaku gue rasa pas banget. Emang bangsa kita ini kasian banget bang. Dengan cara pandji menyampaikan seperti ini, kita bisa senang dengan gunyonannya tapi ada triliyunan pesan yang di sampaikan sama bang pandji. Guyonannnya yang papan atas dan intelek ini membuat kita di tampar oleh sebuah kenyataan bahwa bangsa ini lagi kasian banget. Tapi pesennya tetep nyampe, bangsa ini butuh pemuda. Butuh pemuda yang berani beda dan tampil kreatif. Gue yakin, penonton lain juga dapet pesan itu. Keren banget. Setelah beberapa kali gue nonton @pandji, baru kali ini gue bisa minta tanda tangan dan photo. Soalnya kalo di Jakarta rame banget.  Kalo masalah gue mau nonton padji lagi jawabannya pasti iya. Karena gue kuliah di solo, lebih spesifiknya gue berharap pandji dateng lagi ke solo.
 

Dan yang terakhir. Tentu aja @standupSolo !!!!!!!!! *plokplokplokplok. Keren banget acaranya!!!! Bikn lagi yaaa!!! Udah.

:)


buku baru nih.
 Lumayankan. @WSYDNshop yang datengin kita. hahaha

photo bareng openernya

Gue dan pandji




Agar catatan menarik dibaca lagi.


Heiii lagi..
aku merupakan seorang mahasiswa di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, yang menuntut kita mendengarkan banyak ceramah dari para dosen. Walaupun kebanyakan dari mereka memiliki cara mengajar yang menarik, tapi sering pula aku di datangi oleh rasa kantuk dan bosan. Apa lagi aku punya tumpukan catatan yang harus aku baca ulang saat di kostan. Tapi aku punya cara, terutama karena aku hobi dalam bidang ini. Buat catatanmu semenarik mungkin, sesuai dengan seleramu yaa.

Taaaa daaaaa......



 karakter itu muncul di setiap catatanku. Mereka mengingatkan. Kadang tertulis kata-kata mutiara juga loh. dan berhasil membantuku agar semangat mengulang materi tersebut.
        Sekarang, bagaimana caramu??


BOBO 40th anniversary edition


Hai.. Mungkin banyak yang tidak mengenal aku dan tidak tahu kalo
sekarang aku sudah berusia 19 tahun. Aku sekarang juga seorang mahasiswa di UNS. Aku juga calon guru. Dan yang paling mengejutkan sampai saat ini aku masih suka membaca majalah kesukaanku saat sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Bobo. Saat itu aku masih minta kakakku untuk menceritakannya. Sampai sekarang aku masih membacanya, bahkan aku yang menceritakannya untuk anak-anak yang bermain di rumahku. Sekarang aku jauh dari rumah. Dan Bobo yang terus membuat suasana rumah hadir di kostan ku.

Di edisi ulang tahun ini, Bobo memberikan hadiah tas dan kartu permaian (yang aku tak permainannya seperti apa).
Bobo 40th anniversary



Bobo memberikan ku banyak ide untuk ku sampaikan saat praktek ke sekolah dasar. Karena aku mahasiswa, majalah Bobo juga bergabung bersama buku refrensi kuliahku.  :)
Bobo and my other book